Press "Enter" to skip to content

LOA vs LOP

Ahmad Rifai 0

By Nasrullah

Maafkan saya ya… judulnya gak saya banget hehe… biasanya kan temen2 mengenal saya disiplin dalam memilih bahasa positif, tapi sekarang agak beda. Kenapakah?

Saya sudah jelaskan dalam buku saya (Rahasia Magnet Rezeki/RMR) bahwa jika tujuannya adalah sebagai rambu, memang harus tegas. Seperti misalnya rambu-rambu dalam lalu lintas. “Awas Jurang” misalnya. Itu ga bisa pakai bahasa positif, memang mesti tegas, untuk menyelamatkan banyak orang. Tapi, tetap hati-hati ya penggunaannya. Jangan sampe akhirnya kita menggantikan fungsi Al-Qur’an, hadits, qodhi dan mufti. Sesekali gunakan bahasa rambu, boleh utk mengingatkan.

Nah dalam tulisan ini, saya pakai bahasa rambu. Tegas dan to the point. Dan saya tujukan secara jelas kepada ajaran Law of Attraction.

Sebenarnya sudah banyak yang menunggu penjelasan saya tentang hal ini, karena dalam banyak kesempatan saya menyebut tentang tidak bolehnya menggunakan LOA, karena bisa jatuh pada syirik. Namun baru kali ini sempat saya tulis.

Ok, lanjut ya… saya sarikan poin-poinnya dulu.

1. Definisi syirik adalah “menyekutukan Allah dengan kekuatan apapun selain-Nya”. Law of Attraction mengajarkan ada kekuatan lain yaitu semesta. Jelas ini syirik. Jika mempercayai semesta bisa membantu kita mewujudkan apa yang kita inginkan, ini adalah syirik. Dalam Islam, kita meyakini satu kalimat “Laa haula walaa quwwata illa billah”. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dari dan milik Allah. Dari poin no 1 ini saja mestinya kita sudah faham “kesesatan” ajaran LOA dalam sudut pandang Islam.

2. Dalam bukunya The Secret, Rhonda Byrne menyebut “Kita adalah Tuhan dalam bentuk fisik”. Jelas sekali, kalimat ini mengajarkan kita menjadi seperti Fir’aun. Mengaku-ngaku menjadi Tuhan. Padahal kita sebagai makhluk jelas berbeda. Mempercayai LOA akan mengarahkan kita kepada mempercayai bahwa di dalam diri ada kekuatan tak terbatas. Hal ini sudah dibantah oleh Nabi Ibrahim as ketika menantang Namruz untuk menggerakkan matahari dari barat. Jelas Namruz tidak sanggup, karena memang manusia adalah makhluk yang mendapatkan kekuatan hanya dari Allah SWT, Sang Kholiq.

3. Ajaran LOA menghidupkan kembali ajaran-ajaran “mengaku Tuhan” zaman dahulu yang dikemas dengan sains. Ajaran LOA bukannya menjadikan sains sebagai fondasi, tapi menjadikan sains sebagai tunggangan untuk membenarkan pendapatnya. Sains adalah alat seperti pisau. Jika digunakan dengan baik, akan memberi makanan yang nikmat. Namun jika dipegang anak kecil, bisa melukai. Sains jika digunakan dengan baik, akan menemui Allah dalam banyaknya tanda-tanda di alam. Namun, dalam LOA sains digunakan untuk meniadakan Allah.

Dengan sedikitnya 3 hal di atas, semestinya kita segera meninggalkan LOA. Bagi yang pernah mempercayainya segeralah bertaubat dan merapihkan pendapatnya agar sesuai dengan ajaran Islam. Semoga Allah mengampuni kita.

****

BEDA LOA DENGAN LOP

Tapi banyak yang bertanya, bukankah pak Nas menggunakan LOP (Law Of Projection) yang mirip-mirip dengan LOA?

Iya, maaf ya, saya pakai strategi “passing and leading” dalam upaya saya membantah LOA. Izinkan saya jelaskan.

Dalam teknik komunikasi, Passing adalah mengikuti keinginan audiens, namun tidak berhenti sampai disitu, setelah itu, subjek komunikator akan meleading, memimpin objek ke arah ide yang diiinginkan.

Saya sadar, ajaran LOA ini sudah sangat kuat, terutama di Indonesia. Ajaran LOA masuk ke kantor-kantor, tim-tim bisnis, berbagai pelatihan resmi negara dan dipercaya sebagai ajaran yang benar. Bahkan banyak motivator Muslim yang terwarnai dengan ajaran ini. Di Masjid-masjid juga kadang ada saja yang berdakwah menggunakan metode LOA ini.

Beberapa buku motivasi yang saya temukan juga terpengaruh dengan ideologi LOA. Lalu agar tampak Islami, dikutiplah beberapa ayat Al-Qur’an. Tujuannya untuk mengislamisasi LOA, yang pada akhirnya malah membenarkan LOA.

Tercampur juga antara motivator Muslim dan motivator yang bukan Muslim dalam satu nafas. Kolaborasi yang ditampilkan para motivator membuat kesan campur aduk ajaran menjadi satu. Dan itu juga yang menjadi salah satu dampak dari LOA, bahwa kebenaran ada di setiap sudut, tak kenal agama dan kepercayaan. >>>

Tulisan saya ini, tentu saya tujukan kepada sesama Muslim. Mohon maaf jika di dunia global yang sekarang, tulisan seperti ini sangat mungkin dibaca oleh kalangan agama lain. Silahkan disesuaikan dan saya berusaha hati-hati dalam menulis.

Dengan begitu kuat dan mengakarnya ajaran LOA, jika 4 tahun yang lalu, saya menulis dengan judul di atas, bagaimanakah reaksi para pengagum LOA? Tentu saja, tulisan saya dikesampingkan. Biasa, seperti kata pepatah, cinta itu buta. Bagi yang cinta terhadap ilmu LOA, membuat tulisan-tulisan dengan judul di atas akan tak nampak karena telah disilaukan dengan keajaiban-keajaiban yang ditampilkan oleh ilmu LOA itu.

Maka saya harus mengatur strategi dan mengatur nafas panjang dalam perlawanan melawan ajaran LOA ini.

Saya buatlah subjudul Law of Projection (LOP) dalam buku saya. Dan bahasa saya dalam buku saya buat agak halus “saya lebih memilih LOP daripada LOA” dan bukan bahasa konfrontatif semisal “LOA adalah sesat dan LOP adalah kebenaran sejati”. Tidak, tidak seperti itu.

Teori LOP juga harus mendapatkan keajaiban yang menyilaukan, yang harapannya membuat para pengagum LOA berpindah. Dan, qodarullah, Allah memudahkan lahirnya keajaiban-keajaiban dalam perjalanan ilmu Magnet Rezeki. Semuanya Allah yang memudahkan, dan alhamdulillah-nya, para penikmat keajaiban itu benar-benar mengakui bahwa keajaiban itu semata dari Allah.

Law of Projection (LOP) saya sarikan dari berbagai ayat Allah, yaitu 31:16, 71:11-14, 41:50, 16:30, 16:97, 13:11, 65:2-3. Semua ayat-ayat itu memberi keyakinan, jika gunakan cara Allah, akan dimudahkan mendapatkan nasib yang baik, atas izin-Nya.

Dengan strategi panjang yang kami rintis, setelah 4 tahun, atas izin Allah, buku Rahasia Magnet Rezeki terus menerus menjadi best seller, maka sekarang saya berani dengan lantang membuat judul seperti di atas: “Membongkar Kesesatan Law of Attaction”.

Tulisan ini bertujuan untuk mengajak siapa yang masih ada remah-remah ilmu LOA agar segera beristighfar, bertaubat nasuha, dan tidak sedikitpun lagi menyebut LOA, karena ia adalah ajaran syirik yang bersumber dari paganisme yang jauh dari nilai Islam.

KEAJAIBAN ITU MEMANG ADA

Walau bagaimana pun, keajaiban itu memang ada. Keajaiban itu seringkali hadir pada hal-hal sederhana. Misalnya seperti sedang membicarakan seseorang, secara tiba-tiba orang yang dibicarakan hadir secara ajaib, dan semua menyeru kaget “eeeh kebetulan, panjang umur, baru aja dibicarakan”

Selama ini kejadian-kejadian mengejutkan itu tidak pernah ada yang berani menjelaskan, hanya dibilang kebetulan. Tapi koq kebetulan terjadi berkali-kali. Dalam sains, jika ada kejadian yang berulang, bisa ditemukan polanya, ditentukan rumusnya. Sayangnya yang lantang menyebut rumusnya adalah yang tidak kenal Allah, akhirnya jadilah ajaran LOA yang “menyesatkan” itu. Semua orang diajak-ajak untuk tidak lagi mengenal Allah seperti sang penulis.

Membantah adanya keajaiban, hanya akan membuat ajaran LOA jadi superior, yang tidak ada lawannya. Sebaliknya yang diperlukan adalah membuat keajaiban baru yang lebih dahsyat, lalu dijelaskan bahwa :

“Keajaiban itu memang ada dan adalah hak mutlak Allah SWT. Keajaiban itu adalah ayat-ayat Kauniyah yang ada di alam. Tujuan Allah memberi keajaiban adalah agar manusia memahami bahwa ada Allah dibalik segala sesuatu. Mendekatlah kepada Allah dengan benar, maka manusia sebagai makhluk akan merasakan keajaiban-keajaiban itu, dengan tujuan, agar semua manusia kembali mengagungkan Allah Jalla Jalaaluh”

Itulah leading yang saya maksudkan. Sudah saya jelaskan panjang lebar dalam berbagai kesempatan dalam menerangkan ilmu Rahasia Magnet Rezeki.

Tentu saja, buku RMR masih banyak yang tidak sempurna. Semoga seiring waktu, doa dan masukan teman-teman semua bisa bahu membahu mengajak semua manusia memurnikan Tauhidnya kepada Allah dan masuk syurga seluruhnya. Aamiin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *