Press "Enter" to skip to content

Kecoa, Reaksi dan Respon

Ahmad Rifai 0

KECOA — antara Reaksi dan Respon

Di sebuah restoran, seekor kecoa tiba-tiba terbang dari suatu tempat dan hinggap di pakaian seorang wanita. Wanita itu langsung berteriak ketakutan. Dengan wajah panik dan suara gemetar, dia mulai melompat dengan kedua tangannya berusaha keras untuk menyingkirkan kecoa.

Reaksinya menular. Semua orang di kelompok mejanya juga menjadi panik. Wanita itu akhirnya berhasil mengusir kecoak itu.

Tetapi kecoa terbang dan mendarat di pakaian wanita lain di kelompok itu. Maka wanita lain itu melanjutkan drama histerisnya.

Seorang waiter yang melihat hal itu bergegas maju mendekat. Dalam beberapa lompatan berikutnya, kecoak akhirnya hinggap pada si waiter tersebut. Ia diam mematung, dengan tenang mengamati perilaku kecoa di kemejanya. Ketika dia yakin dapat menangkapnya, dengan mantap dia meraih kecoa tersebut dengan jarinya, lalu melemparkannya keluar dari restoran.

Sambil menyeruput kopi saya menonton adegan tersebut. Pikiran saya aktif bertanya-tanya, apakah kecoak bertanggung jawab atas perilaku heboh para wanita tadi?

Jika demikian, lalu mengapa waiter itu tidak diganggu? Dia menanganinya dengan hampir sempurna, tanpa kekacauan.

Ternyata bukan kecoa, tapi ketidakmampuan dalam menangani gangguan si kecoak, yang menjadi penyebab terganggunya para wanita.

Saya menyadari bahwa bukan teriakan ayah, atau bos saya, atau istri saya, yang mengganggu saya. Bukan kemacetan yang mengganggu saya. Tetapi ketidakmampuan saya untuk mengatur reaksi saya terhadap apa yang terjadi di sekitar saya, itulah sumber gangguan saya.

Jadi, apakah pandemi Covid-19 menjadi penyebab gangguan yang Anda alami dalam hidup pada saat ini? Atau…?? Lalu bagaimana cara mengatasi gangguan tersebut?

———————————————-
(Kisah motivasional tentang kecoa ini menjadi populer karena dilekatkan dengan sosok CEO Google, Sundar Pichai)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *