Ahmad Rifai
cara mempercepat loading blog

25 Cara Mempercepat Loading Blog WordPress Yang Perlu Anda Coba

Kecepatan loading blog merupakan salah satu aspek yang perlu diperhatikan.

Alasannya sangat sederhana, yaitu kebanyakan pengunjung tidak suka dengan blog maupun website yang memiliki kecepatan loading buruk.

Dan menurut survei, website yang memuat seluruh halamannya lebih dari 5 menit lebih banyak ditinggalkan pengunjung.

Lalu bagaimana cara mempercepat loading blog ?….

Ada banyak cara yang dapat dilakukan. Dan di sini saya akan menuliskan 25 cara meningkatkan kecepatan loading blog wordpress.

Namun sebelum itu ada baiknya cek dahulu kecepatan loading blog kita. Dan kalau sudah bagus maka tidak perlu repot-repot optimasi kecepatan.

Cara Cek Kecepatan Loading Blog

Sebenarnya ini sangat mudah, yang harus dilakukan hanyalah memasukkan alamat blog / website ke situs-situs berikut :

Kalau hasil tes di Google Page Speed kuning apalagi merah. Maka itu artinya kita perlu optimasi kecepatan agar loading blog kita lebih maksimal.

Tapi kalau sudah hijau, apalagi mencapai 100%. Maka itu artinya loading blog kita sudah bagus.

Cara Mempercepat Loading Blog

Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah loading blog lambat. Karena setiap masalah pasti ada solusi.

Kalau dilihat dari judul artikel ini sepertinya khusus hanya untuk pengguna wordpress (self host) ya :-).

Sebenarnya tidak kok, cara ini tidak hanya dapat diterapkan pada wordpress saja. Tapi tentu ada perbedaan pada praktiknya.

Ini disebabkan pengaturan serta alat tambahan (seperti plugin) berbeda juga.

Oke, mari kita mulai…

1. Pilih Hosting Yang Bagus

Hosting adalah faktor utama yang akan memengaruhi performa sebuah blog maupun website. Sehingga kebanyakan blogger meletakkannya pada urutan pertama yang perlu diperhatikan.

Namun jika kita sudah terlanjur menyewa layanan hosting tertentu, mungkin ini jadi kendala. Apalagi kalau sudah membayar biaya sewa selama 1 tahun / lebih dan baru menggunakannya beberapa bulan.

Jadi kalau seperti itu, maka silakan lewati saja tahap ini.

Tapi jika nanti ingin membuat yang baru, maka sebaiknya pilihlah hosting yang bagus.

Kalau perlu sewa saja VPS. Karena saat ini sudah ada VPS murah berkualitas yang biaya sewanya hampir sama dengan sewa shared hosting.

Kalau mau melihat beberapa hosting yang direkomendasikan banyak blogger silakan baca Web Hosting Terbaik Indonesia & Luar Negeri.

2. Pilih Template Fast Loading

Tidak dapat di pungkiri bahwa template merupakan salah satu aspek yang dapat membuat loading blog kita lambat.

Oleh karena itu, sebaiknya gunakan template / tema yang memiliki kecepatan loading bagus (fast loading).

Bagaimana cara mencari template fast loading? …

Kalau saya pribadi sih biasanya browsing dahulu dengan kata kunci template yang sesuai keinginan saya.

Setelah menemukan beberapa. Maka saya lakukan uji coba kecepatan demo masing-masing template tersebut menggunakan 4 situs yang sudah saya sebutkan di atas tadi.

Dengan begitu saya dapat melihat template mana yang paling cepat. Walau sebenarnya cara seperti ini tidak dapat kita jadikan acuan sepenuhnya.

Karena setiap demo tema mungkin menggunakan hosting berbeda yang juga ikut memengaruhi kecepatan loading.

Tapi setidaknya cara seperti itu dapat membantu.

Jadi kalau menggunakan cara ini, sebaiknya tes demo tema yang ada di wordpress. Jadi tentu hosting yang digunakan untuk menampilkan demo tersebut sama juga.

Bisa juga dari situs penyedia tema lainnya yang demonya berada pada 1 situs / hosting.

Selain dengan cara seperti itu, kita juga dapat langsung mencarinya melalui Google menggunakan keyword “template wordpress loading cepat“, dan sebagainya.

Atau jika punya modal beli saja template premium, seperti Schema atau Genesis Framework untuk wordpress.

3. Memperkecil / Minify css, Script, dan HTML

minify / comprees js cssIni adalah satu hal yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kecepatan loading.

Dengan melakukannya. Maka script, css, dan kode html yang ada di blog kita akan menjadi lebih kecil dari sebelumnya beberapa persen. Walaupun tidak banyak, tapi ini akan berpengaruh.

Bagaimana cara minify css, script, serta html agar optimal?

Ada banyak situs yang dapat digunakan untuk masalah seperti ini, seperti :

Bagi pengguna wordpress ada cara yang lebih mudah. Yaitu dengan memasang plugin yang berfungsi untuk mengoptimalkan css, script, serta html secara otomatis.

Berikut beberapa plugin yang dapat membantu :

4. Gabungkan Beberapa Script / CSS Jadi Satu

Apabila blog anda menggunakan beberapa script / css, maka sebaiknya gabungkan mereka menjadi satu.

Bagi pengguna wordpress ini sering terjadi, karena biasanya setiap plugin memiliki script bahkan css sendiri.

Namun untungnya ada plugin wordpress yang dapat mempermudah kita dalam menggabungkan beberapa script / css jadi 1 secara otomatis.

Plugin itu namanya Autoptimize.

5. Async / Defer Script

Saat melakukan pengujian kecepatan loading blog di situs Google Page Speed mungkin anda menemukan saran seperti ini.

Menghilangkan JavaScript dan CSS yang memblokir perenderan di konten paruh atas.

Kita dapat mengatasi masalah script / css yang memblokir render dengan memasangnya secara async / defer.

Bagaimana cara memasang script / css secara async / defer? …

Sebenarnya tidak sulit, karena kita cukup menambahkan tulisan async atau defer pada penulisan script yang di pasang.

Contoh penulisan biasa :

<script type='text/javascript' src='https://ajax.googleapis.com/ajax/libs/jquery/3.2.1/jquery.min.js'/>

Kalau ingin membuatnya berjalan secara async, maka kita dapat menulisnya menjadi seperti ini

<script type='text/javascript' async src='https://ajax.googleapis.com/ajax/libs/jquery/3.2.1/jquery.min.js'/>

Tapi kalau ingin menjalankannya secara defer maka tulis saja seperti ini

<script type='text/javascript' defer src='https://ajax.googleapis.com/ajax/libs/jquery/3.2.1/jquery.min.js'/>

Itu kalau kita bisa menulis script sendiri seperti pada website html (statis).

Lalu bagaimana untuk pengguna wordpress?…

Kalau harus menulis / mengedit kode script memang agak susah, apalagi untuk pemula.

Tapi untungnya ada plugin yang dapat membantu dalam masalah ini seperti :

6. Letakkan Script Pada Footer

Agar halaman dapat dimuat lebih cepat, maka sebaiknya script diletakkan pada footer.

Tujuannya agar script dimuat setelah halaman selesai dimuat dan di saat yang diperlukan.

Contoh script LazyLoad.

Ini hanya diperlukan saat halaman selesai dimuat dan pembaca melakukan scroll ke bawah hingga artikel yang ada gambarnya.

Sehingga script tidak ikut membebani saat awal memuat halaman.

Untuk mempermudah kita memindahkan script ke footer secara otomatis. Silakan install plugin Speed Booster Pack atau plugin yang memiliki kegunaan serupa.

7. Mengoptimalkan Gambar

Kita memang disarankan untuk menambahkan gambar pada artikel yang ditulis. Karena dia dapat membuat artikel menjadi lebih menarik dan dapat memperjelas sebuah informasi.

Tapi tidak dapat di pungkiri juga bahwa gambar dapat memperlambat loading.

Oleh karena itu kita harus mengoptimalkan gambar dengan cara kompres ukuran gambar tanpa harus mengurangi kualitas. Ini akan membuat blog kita dapat dimuat lebih cepat.

optimasi gambar

Bagaimana cara kompres gambar?…

Tidak sulit kok, cuma mungkin sedikit merepotkan :-).

Yang harus dilakukan adalah :

  • Siapkan semua gambar yang akan disertakan dalam artikel.
  • Kompres semua semua gambar tersebut ke salah satu situs berikut :
  • Download hasil kompres, baru upload ke blog anda.

Bagi pengguna wordpress sebaiknya install juga plugin yang berguna untuk compress image secara otomatis, seperti :

8. Gunakan LazyLoad Pada Gambar dan Video

Ini adalah salah satu trik yang dapat dilakukan untuk mempercepat loading blog maupun website.

Dengan LazyLoad video / gambar yang ada hanya akan dimuat saat halaman discroll ke bagian yang ada gambar / videonya.

Sehingga loading awal lebih cepat, karena tidak harus memuat gambar / video saat itu juga.

Berikut beberapa plugin wordpress yang berguna untuk LazyLoad video / gambar :

Untuk yang tidak menggunakan wordpress tetap bisa menggunakan trik ini, tapi harus pasang script sendiri (manual).

9. Aktifkan Cache

Dengan menggunakan caching, file – file halaman web yang pernah dibuka akan disimpan ke tempat yang lebih mudah di akses.

Dan ini akan mempercepat loading sebuah situs. Karena browser tidak perlu lagi mengunduh semua file ke sumber aslinya yang memerlukan waktu lebih lama.

Ada banyak plugin chace untuk wordpress, mulai dari yang gratis sampai premium.

Berikut beberapa plugin gratis terbaik :

Silakan coba dan uji masing – masing plugin tersebut, dan pilih yang pas dengan blog anda. Karena setiap blog mungkin akan memiliki hasil yang tidak sama.

Ada yang lebih baik menggunakan W3 Total Cache, tapi ada juga yang lebih bagus jika pakai WP Super Cache, dst.

Kalau saya sendiri menggunakan W3 Total Cache karena memiliki banyak kegunaan.

10. Aktifkan Gzip Compression

Ini adalah salah satu faktor yang disarankan jika ingin loading blog kita lebih cepat.

Sebuah blog maupun website yang menggunakan Gzip Compression akan dimuat lebih cepat dibanding yang tidak menggunakannya.

Untuk mengetahui apakah blog kita sudah menggunakan Gzip Compression atau tidak silakan cek Di Sini.

Bagaimana cara mengaktifkan Gzip Compression? ….

Bagi pengguna wordpress dapat menggunakan plugin W3 Total Cache atau Check and Enable GZIP compression.

Pada W3 Total Cache pengaturannya berada di PerformanceBrowser Cache → scroll ke bawah sampai pengaturan Media & Other Files.

Beri centang pada Enable HTTP (gzip) compression.

gzip compression

Bisa juga dengan cara menambahkan kode berikut pada file .htaccess.

<IfModule mod_deflate.c>
 # Compress HTML, CSS, JavaScript, Text, XML and fonts
 AddOutputFilterByType DEFLATE application/javascript
 AddOutputFilterByType DEFLATE application/rss+xml
 AddOutputFilterByType DEFLATE application/vnd.ms-fontobject
 AddOutputFilterByType DEFLATE application/x-font
 AddOutputFilterByType DEFLATE application/x-font-opentype
 AddOutputFilterByType DEFLATE application/x-font-otf
 AddOutputFilterByType DEFLATE application/x-font-truetype
 AddOutputFilterByType DEFLATE application/x-font-ttf
 AddOutputFilterByType DEFLATE application/x-javascript
 AddOutputFilterByType DEFLATE application/xhtml+xml
 AddOutputFilterByType DEFLATE application/xml
 AddOutputFilterByType DEFLATE font/opentype
 AddOutputFilterByType DEFLATE font/otf
 AddOutputFilterByType DEFLATE font/ttf
 AddOutputFilterByType DEFLATE image/svg+xml
 AddOutputFilterByType DEFLATE image/x-icon
 AddOutputFilterByType DEFLATE text/css
 AddOutputFilterByType DEFLATE text/html
 AddOutputFilterByType DEFLATE text/javascript
 AddOutputFilterByType DEFLATE text/plain
 AddOutputFilterByType DEFLATE text/xml

# Remove browser bugs (only needed for really old browsers)
 BrowserMatch ^Mozilla/4 gzip-only-text/html
 BrowserMatch ^Mozilla/4\.0[678] no-gzip
 BrowserMatch \bMSIE !no-gzip !gzip-only-text/html
 Header append Vary User-Agent
 </IfModule>

11. Gunakan expires header pada sumber statis

Dengan menggunakan expires header pada sumber statik seperti script, css, gambar, dsb. Maka loading blog kita akan lebih cepat saat di akses, apalagi bagi yang sudah pernah mengakses halaman itu.

Beberapa plugin cache wordpress sudah menambahkan fungsi ini, seperti W3 Total Cache. Sehingga kita dapat dengan mudah mengaktifkan fungsi expires header.

Untuk mengaktifkan expires header menggunakan W3 Total Cache, silakan buka dasbor wordpress anda.

Buka menu PerformanceBrowser Cache. Pada pengaturan General beri centang pada bagian Set expires header.

setting expires header

12. Hapus Query String Dari Sumber Statis

Sumber statis seperti css dan script di wordpress secara default ditambahkan query string.

Apa itu Query String?….

Itu lho, tanda tanya (?) beserta info versi yang ada di akhir url css / script, seperti ini

https://namablog.com/wp-includes/js/jquery/jquery.js?ver=1.12.4

yang dimaksud query string adalah ?ver=1.12.4.

Bagaimana cara menghilangkan query string? ….

Agar lebih mudah, sebaiknya gunakan plugin W3 Total Cache, Speed Booster Pack atau Remove Query String From Static Resource.

Cara menghapus query string menggunakan plugin W3 Total Cache.

Silakan buka menu PerformanceBrowser Cache.

Kemudian beri centang Remove query strings from static resources pada pengaturan Media & Other Files.

Gambar ada pada pengaturan gzip compression di atas tadi.

Sebenarnya ada cara lain yang dapat dilakukan tanpa harus menggunakan plugin, tapi agak susah. Karena harus edit tema yang digunakan dan memiliki risiko error. Jadi tidak saya jelaskan di sini.

13. Optimasi database

Saat kita menggunakan CMS seperti wordpress, database semakin lama akan membengkak. Dan ini dapat mengakibatkan loading blog lebih lambat. Oleh karena itu kita perlu melakukan optimasi pada database.

Berikut beberapa plugin untuk optimasi database wordpress dengan mudah :

Untuk pengguna CMS lain seperti joomla, drupal, dsb. Mungkin juga ada plugin yang memiliki fungsi serupa.

14. Batasi Jumlah Revisi Post

Setiap kita edit post maupun laman, wordpress akan secara otomatis menyimpan revisi sebelumnya.

Sebenarnya ini bagus, karena kita dapat dengan mudah mengembalikan artikel ke revisi sebelumnya jika mau.

Tapi kalau jumlah revisi terlalu banyak, ini dapat memberatkan beban server, sehingga dapat mengakibatkan loading blog lebih lambat.

Oleh karena itu kita perlu mengatur batas revisi, agar tidak terlalu banyak.

Untuk membatasi jumlah revisi, kita cukup menambahkan kode berikut pada file wp-config.php

define( 'WP_POST_REVISIONS', 4 );

Silakan ganti angka 4 dengan jumlah batas revisi yang anda mau.

Kalau belum paham bagaimana edit file – file wordpress, maka silakan install plugin Revision Control.

15. Reduce Database Calls

Ini berhubungan dengan tema yang digunakan. Jadi kalau anda sudah menggunakan tema fast loading atau anda belum tahu cara edit tema wordpress. Maka lewati saja bagian ini.

Pada template wordpress banyak terdapat kode php yang akan memanggil kode lainnya, seperti ini :

<!DOCTYPE html>
<html <?php language_attributes(); ?>>
<head>
<meta charset="<?php bloginfo( 'charset' ); ?>">

Nah, di atas terdapat 2 kode yang akan memanggil kode lainnya, yaitu <?php language_attributes(); ?> dan <?php bloginfo( 'charset' ); ?>.

Sebenarnya ini dapat kita optimalkan dengan cara menulis kode yang dipanggil secara langsung, jadi tidak perlu memanggilnya lagi, seperti ini :

<!DOCTYPE html>
<html lang="id-ID" prefix="og: http://ogp.me/ns#">
<head>
<meta charset="UTF-8">

Walau sedikit, tapi setidaknya dapat mengurangi beban untuk memanggil kode aslinya.

16. Disable Hotlinking dan Leaching

Ini adalah salah satu cara untuk menghindari pencurian gambar yang ada di blog kita.

Kenapa kita harus melakukan ini? …

Karena semakin banyak gambar digunakan oleh blog lain, maka bandwidth hosting akan terkuras. Sehingga ini juga dapat mengakibatkan loading menjadi lambat.

Untuk menghindari pencurian konten gambar, maka kita perlu menambahkan beberapa baris kode ini pada file .htaccess.

#disable hotlinking of images with forbidden or custom image option
RewriteEngine on
RewriteCond %{HTTP_REFERER} !^$
RewriteCond %{HTTP_REFERER} !^http(s)?://(www\.)?ahmadrifai.id [NC]
RewriteCond %{HTTP_REFERER} !^http(s)?://(www\.)?google.com [NC]
RewriteRule \.(jpg|jpeg|png|gif)$ – [NC,F,L]

Silakan ganti ahmadrifai.id dengan alamat domain anda.

17. Nonaktifkan Pingbacks dan Trackbacks

Mungkin pingbacks dan trackbacks dapat mempercepat blog kita terindex di Google. Namun kadang fungsi ini dimanfaatkan sebagian orang untuk melakukan spam.

Lama kelamaan spam ini akan terus masuk ke database dan akan semakin banyak yang akhirnya akan membebani kinerja blog kita.

Kita dapat menonaktifkan fungsi ini melalui dasbor wordpress → PengaturanDiskusi. Kemudian hapus centang pada bagian “Izinkan notifikasi tautan dari blog lain (pingbalik dan lacakbalik) pada artikel-artikel baru“.

set pingbacks trackbacks

Apa ada plugin untuk menonaktifkan pingbacks dan trackbacks? ….

Ada kok, salah satu plugin itu namanya Disable XML-RPC Pingback.

18. Gunakan CSS Internal

Sebenarnya ini tidak wajib, tapi dapat mengatasi masalah CSS yang memblokir perenderan. Selain itu, cara ini juga dapat meningkatkan kecepatan loading blog kita beberapa persen.

WordPress berbeda dengan blogger yang menaruh semua kode css secara internal. Sehingga saat melakukan ujicoba pada blog wordpress kita akan menemukan saran untuk menghilangkan CSS yang memblokir perenderan.

Agar dapat memindahkan CSS eksternal menjadi internal tanpa harus edit tema, maka kita memerlukan bantuan sebuah plugin.

Anda dapat menggunakan plugin Autoptimize atau Speed Booster Pack, maupun plugin lainnya yang memiliki fungsi ini.

19. Gunakan CDN

Dengan CDN loading blog kita akan lebih cepat, selain itu dia juga dapat menghemat bandwidth hosting. Karena file – file statis blog kita akan disimpan pada beberapa server di lokasi yang berbeda-beda.

Ketika ada pengunjung datang ke blog kita. Maka cdn akan mengirim file statis tersebut dari server yang memiliki lokasi paling dekat dengan pengunjung yang membukanya.

Sayangnya kebanyakan CDN tidak menyediakan paket gratis. Tapi ada satu situs CDN gratis yang bisa dimanfaatkan, walau layanan yang akan kita dapatkan terbatas.

Untuk mendapatkan CDN gratis silakan daftar di situs cloudflare.com (tersedia juga paket premium).

Namun jika anda ingin menggunakan CDN premium, silakan daftar di situs maxcdn.com atau keycdn.com.

20. Hindari Penggunaan Plugin / Widget / Iklan Yang Berlebihan

Walaupun plugin adalah alat tambahan yang dapat meningkatkan performa blog serta mempermudah kita dalam berbagai hal.

Tapi penggunaan plugin yang berlebihan juga dapat mengakibatkan performa blog jadi menurun.

Oleh karena itu hindari penggunaan plugin yang tidak terlalu penting, dan kalau bisa tambahkan fungsi tertentu tanpa plugin.

Selain itu, penggunaan widget serta pemasangan iklan yang terlalu banyak juga dapat menurunkan kecepatan loading blog. Apalagi widget tersebut mengandung banyak media seperti gambar dan script.

21. Ringkas dan Kurangi Jumlah Posting Di Halaman Index

Yang saya maksud halaman index di sini adalah home, kategori, tag, dan arsip.

Sebaiknya jangan tampilkan terlalu banyak artikel pada halaman index, serta ringkas isi artikelnya.

Untungnya kebanyakan tema wordpress sekarang sudah menyediakan fitur ringkasan artikel di halaman index secara otomatis.

Tapi kalau tema yang anda gunakan tidak menyediakan fitur ini, maka bisa dengan cara memotong artikel secara manual saat menulis.

Lihat gambar berikut :

membuat readmore

itu cuma contoh saja untuk menunjukkan tombol read more, karena saya tidak melakukannya :-).

Selain itu bisa juga dengan cara menulis ringkasan pada kutipan.

Untuk menampilkan kolom kutipan. Silakan scroll ke atas saat menulis artikel →  klik tombol Opsi Layar → beri centang pada Kutipan.

kutipan

Maka akan keluar kolom kutipan di bawah kolom penulisan artikel, seperti ini.

ringkasan artikel

22. Bagi Artikel Yang Panjang Jadi Beberapa Halaman

Apabila artikel yang anda tulis sangat panjang apalagi mengandung banyak media seperti gambar. Maka artikel tersebut bisa dibagi menjadi beberapa halaman.

Ini dapat mempercepat loading halaman artikel, karena tidak harus memuat semuanya sekaligus.

Contohnya seperti ini.

halaman artikel

Sedikit tips :

Sebaiknya jangan lakukan ini kalau artikel tidak banyak mengandung gambar atau video. Karena pembaca biasanya tidak terlalu menyukai artikel yang dibagi menjadi beberapa halaman.
Apalagi kalau pembagian artikel terlalu banyak yang membuat isi setiap halaman terlalu sedikit.

Namun jika artikel yang anda buat mengandung banyak gambar / video, maka tidak ada salahnya menggunakan cara ini.

Bagaimana cara membagi artikel menjadi beberapa halaman? …

Sebenarnya mudah saja.

Kita cukup menambahkan kode <!--nextpage--> pada bagian – bagian artikel yang ingin dipotong.

Kalau ingin membagi artikel menjadi 2 halaman, maka cukup 1 kode <!--nextpage--> saja. Kalau ingin membaginya menjadi 3, maka tulis kode itu 2 x, dan seterusnya.

Eh iya, jangan lupa untuk menulis kode ini pada mode Teks ya.

23. Atur Batas Komentar Yang Ditampilkan

Menampilkan komentar terlalu banyak juga akan memperlambat loading blog kita. Oleh karena itu sebaiknya batasi jumlah komentar yang ditampilkan.

Bagaimana cara membatasi jumlah komentar yang ditampilkan? …

Mudah kok….

Silakan buka halaman PengaturanDiskusi, kemudian beri centang pada bagian Bagi komentar ke dalam halaman-halaman dengan …. (lihat gambar berikut).

atur batas komentar

Silakan atur sendiri jumlah komentar yang akan ditampilkan, dan jangan lupa simpan pengaturan kalau sudah selesai.

24. Sembunyikan Avatar Pada Komentar

Ini sebenarnya tidak wajib sih … tergantung pemilik blog mau atau tidak melakukannya.

Tapi tahukah anda bahwa sebenarnya avatar (gambar pengirim komentar) juga ikut andil dalam memberatkan loading blog. Apalagi gambar pengirim komentar memiliki ukuran besar.

Jika anda ingin menyembunyikan avatar pada komentar silakan buka PengaturanDiskusi, kemudian hapus centang pada bagian Tampilkan Avatar.

25. Pastikan Kita Menggunakan WordPress Versi Terbaru.

WordPress selalu dikembangkan dan disempurnakan untuk mengikuti kemajuan dunia internet. Ini juga dilakukan untuk memperbarui fitur serta menghilangkan bug pada versi sebelumnya.

Oleh karena itu pastikan bahwa wordpress yang kita gunakan adalah versi terbaru. Karena jika tidak diupdate, kinerja blog wordpress kita akan lebih lamban, juga rentan terhadap ancaman hacker serta malware dan virus.

Nah itulah 25 cara yang dapat kita lakukan meningkatkan kecepatan loading blog, jika masih ada yang kurang silakan tambahkan :-).

Selamat mencoba, dan semoga berguna.


Langganan Artikel Terbaru

Dapatkan update terbaru blog ini lewat email anda

@